Jumat, 19 April 2019

catatan harian (to) : Tanpa kartini, Tidak Ada Syohabat Fourtwenty.


          

Bekerja berkarya bersama hati – fourtwenty

Semua orang sudah kenal ibu kita kartini, tokoh emansipasi wanita di Indonesia. Beliau adalah pejuang kesetaran gender di Indonesia. Pergerakan yang dilakukan beliau sangat banyak (tidak berpihak pada omek dong). Hal ini bisa dirasakan oleh kawula nom-noman zaman sekarang.  ibumu dan ibuku jadi ibu kita kartini.

Sebelum foutwenty naik daun dengan lagu zona nyaman, ibu kita kartini sudah bergeraklah dari  zona nyaman. Kalo jarenya sobat Ari Lesmana. Ibu kita kartini orangnya sangat indie sekali. Menurut sejarah Dia adalah pejuang emansipasi wanita, dimana dia ingin lelaki dan wanita itu tidak memiliki kesenjangan. Kesenjangan men, kata dasar kesenjangan itu senja?  Indie banget bro! Mungkin yang dibahas di sejarah dia pejuang agar laki-laki dan perempuan bisa memiliki pendidikan yang sama, atau dapat hak-hak yang sama.  Berarti hak cangrukan juga dong. Zaman dulu wanita gak boleh keluar ke warkop. Apa gara-gara emansipasi wanita ini perempuan bisa ke warkop? Ngopi-ngopi asik di warkop. Memaido orang-orang. 
Kita simpulkan saja secara sepihak dan goblok-goblokan. Perintis wanita ngopi nongkrong di warung itu dilandasi ibu kita kartini. Hei untuk syohabat indie-indie dimanapun berada tanpa ibu kita kartini kalian hanya wanita-wanita peminum beras kencur di rumah. Anda tidak bisa membuat stori senja kopi dan quotes-qutes rindunya paklik fiersa besari. Apa anda akan membuat stori beras kencur senja rindu? Kamu tidak bisa menikmati senja di di ujung hari sambil ngopi. Senja di latar rumah ditemani secangkir beras kencur. Gak aestetik blas kan!
Tanpa kartini kalian semua tidak bisa lihat konsernya Fourtwenty. Bayangkan kalian sudah pakai jaket levis kayak adek dilan, sudah pakai totebag , rambut digerai, kancing baju dibuka satu (katanya gerah). Sudah pakai bandana dari sumba. Sudah pakai sepatu warior. Tiba-tiba anda dicegat oleh seseorang lalu dipaksa keluar dari arena karena ini khusus lelaki. lalu seseorang itu berteriak “wanita itu di dapur.” Padahal anda sudah buat stori tiket fourtwenty. Betapa menyedihkannya diri anda gagal melihat brewoknya pengguna jari dan melihat Ari Lesmana bergoyang ria. Tanpa wanita pun konser Fourtwenty agak kurang menarik, tidak ada ndusel-ndusel yang mantap dong. Terus penonton yan bayar tiket untuk ndusel dan menggerepe pacarnya saat konser bagaimana? Tidak jadi nonton dong. Benar kan? Kartini berpengaruh dalam dunia per-indie-an.
Dari segi lagu Ibu kita Kartini, lagu ini sangat sederhana sekali dengan instrumennya yang begitu-begitu saja. Lirik yang disajikan dalam hal ini cukup sederhana ditambah lagi beberapa titik menggunakan majas. Contohnya “putri sejati”, “harum namanya” bukankah ini ciri khas lagu indie? Lirik sederhana ditambah bumbu-bumbu majas hingga mendapat imajinasi yang mantap.
Tanpa kartini tidak ada Danilla musisi indie yang peminum jagger itu. Tidak ada nufi wardana, tidak ada amigdala, tidak ada awkarin, tidak ada nissa sabyan,tidak ada mbak-mbak cover di Instagram yang tanktopan saja, tidak ada blackpink. Dunia permusikan kita akan diisi lelak-lelaki saja. Orang-orang suara ngebas gondrong. Lelaki ngefans lelaki? Huh!
Sebelum fourtwenty ada, ibu kartini sudah bekerja berkarya bersama hati. Tanpa emansipasinya ibu kartini konser-konser tidak akan laris. Tanpa ibu kartini instastory sista-sista tidak lagi aestetik. Maka berterimakasilah syohabat-syohabat.  Ingat habis gelap terbitlah terang jangan gelap lagi. Sudah dikasih jalan sama ibu kartini kamunya malah tambah goblok sis, sehingga sista-sista masuk ke kegelapan lagi.
Terimakasih bu kartini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar