Sabtu, 24 Juni 2017

Salah Diksi: Selamat lebar,lebur,libur-an

                                
                                                            

Sudah lebarankah aku?
Sudah bertemu hilalkah aku?
Sudah menangkah aku?
Fitrikah aku?
Kenapa aku bertanya?

Lebaranku hanya kemunafiqanku.
Aku ingin menyudahi perih perutku dan kering kerongkonganku.
Lebaranku, ku pakai sarung baruku kubeli dari kota sebelah
Ku gulung tinggi tinggi agar semua tahu.
Sarungku tenun khas samarinda.

Lebaranku, kuajak tetanggaku masuk kerumahku
Rumahku catnya yang  baru dan barang semuanya baru
Dan ku punya delman istimewa yang baru juga.
Seraya berkata “ selamat datang di gubuk sederhanaku”
Agar aku terlihat merendah.

Lebaranku, kuajak tetanggaku bercengkrama diatas sofa baruku
Ku berbincang-bincang sampai dia berkata “sofamu baru ya”
Ku bukakan biscuit inggris yang mahal itu
Yang Ku dapat dari pak bosku.

Lebaranku, aku pergi ke kampung halamanku.
Dengan delman istimewaku
Aku minta maaf orang kampung
Karena hidup setahun di kota
Aku tidak penah mengukir salah.

Sebulan kemarin aku merasa menjadi orang susah
Sehari ini aku merasa kaya kembali
Hahahaha… ku rasa tidak mempan ujian kemarin.
Disaat semua melebur salah dan dosa setahun lalu.
Aku sibuk melebur pahala di bulan kemarin dengan sedikit lebihhku.
Atau bulan kemarin aku tidak berpahala  sama sekali.
Ini lebaran,leburan atau liburan

Lebaranku sebenarnya melebur rindu bersamamu,kekasih
Aku berjabat tangan denganmu,berkaca pada bola mataamu
Merasakan denyut nadi di ujung jemarimu.
Ku lihat bekas coklat astor di ujung bibirmu
Ku usap itu dengan tangan kiriku
Dan ku bisikkan kepadamu

 “selamat hari raya, kekasih. Sudah kau memaafkan khliafnya hatimu  yang ceroboh itu”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar