Selasa, 11 Agustus 2020

Pecel Pincuk

 

                                                                           

 

               

“Cuk, pecelnya buka  Cuk!” Begitulah teriak Kondi kepada Kicuk pagi ini. Kicuk yang masih bersarung sedang menyemprot Burung kenari di depan rumahnya. Dia masih belum jangkep nyawanya. Sementara Kondi datang melempar sepedanya di dekat SPBU mini depan rumah kicuk.  Kondi masuk rumah kicuk yang tak ada pagarnya. Dia duduk di amben depan rumahnya. Kondi siap bercerita tentang kabar baik tentang pecel yang baru buka setelah lama tidak buka. Kicuk tetap fokus menyemprot burungnya.  Kondi memasukkan kakinya di tengah-tengah kaki kicuk yang sedang jongkok. Lalu ditendangnya ke atas. Tepat presisi menyentuh burung kicuk. Akhirnya burung kicuk yang jinak itu terbang ke pundak kicuk . Memang burung kicuk yang  merah ini terkenal burung yang jinak, jadi sering di lepas dari sangkarnya.

“Loh Cuk, kapan kamu sampai?”

“loh Cuk, Aku Kondi. Kamu yang Kicuk”

“Oh Sori, Brader. Tak pikir Cukimin keponakanku “  sambil mengucek matanya.

“Pecel pincuk sudah buka cuk, pecel Mbok Stevia bukak lagi!”

“Loh kan mbok stevia sudah mati. Siapa yang dagang? Mbok Stevia hidup lagi? apa pre-order dari akhirat?”

“ Gak lah Cuk. Mana ada seperti itu. Mbok ya jangan Guyon pagi pagi gini. Sekarang bukak lagi yang buka anaknya. Mbak Miranda.”

“Mirasantika!! Teet”

“Mbak Miranda ini cantik, Bahenol, jariknya sering kesingkap, kembennya sering melorot. Mbaknya S2 dan Janda”

“toge gak?

“iya ada tauge. Masak pecel ga dikasih kecambah”

***

Pecel Mbok Stefia sangat melegenda di daerah sini. Pecel itu sudah ada semenjak 33 tahun yang lalu. Warung pecel ini warisan dari ibu Mbok Stefia. Sebenarnya warung ini bernama Pecel Pincuk  Stefia. Memang orang tuanya sudah memikirkan bahwa akan mewariskan warung pecel ini kepada anaknya. Kata orang terdahulu, Awalnya warung pecel ini hanya gerobakan. Lalu saat Mbok Stefia sudah besar dan ingin melanjutkan bisnis. Dia membuat warung di depan rumahnya. Warung ini terkenal enak banyak penggemarnya. Katanya bumbu pecelnya legit dan sangat nagihi. Namun dipuncak karir perpecelan, Mbok stefia diambil oleh Tuhan. Mungkin disuruh untuk buka cabang di akhirat.

Tepat 2 bulan yang lalu. Mbok Stefia meninggal. Dia mati karena diabetes. Banyak yang tak mengira bahwa pedagang pecel matinya kena diabetes. Padahal bisa tiap hari makan sayur. Namun kenyataannya hal ini terjadi karena dia sering makan es campur di warung depan rumahnya. Banyak yang menduga bahwa Mbok stefia mati karena diguna-guna oleh pedagang es campur itu yang kalah laris. Padahal yang mebuat laris adalah rasanya yang legendaris. Juga banyak sopir-sopir truk yang mampir ke warung itu. Sehingga menjadi pelangan. Karena sejalur dengan proyek galian pasir yang sudah ditutup tahun lalu. Pun Mbok Stefia selalu berjualan dengan memakai kemben dengan  kain jarik sebagai bawahannya. Karena ini adalah ciri khas warisan dari dulu. Juga ciri khas pellet penarik sopir-sopir yang lelah hanya melihat gundukan pasir. Sesekali melihat gundukan lainnya. Misal gundukan kembang turi lengkap peyeknya.

Sudah 2 bulan pecel itu tutup. Sekarang buka lagi. Anak dari Mbok Stefia namanya mbak Miranda mewariskan usaha ibunya. Dia adalah lulusan dari S2 ilmu hukum yang sangat cantik, terkena efek kehidupan kota. Cantiknya bukan lagi gadis desa. Mbak Miranda kabarnya dari dulu terkenal dengan aktivis feminis. Sekarang dia adalah janda. Kabarnya lagi, suaminya diceraikan karena merasa tidak satu visi  lagi. sudah 3 bulan dia janda. Dia pun masih belum memiliki anak. Sekarang warungnya di desain lebih modern dan cozy. Ada spot foto di warung itu. Tak lupa ada mural-mural di dinding yang berisi tulisan-tulisan tolak patriarki.

Kicuk dan Kondi adalah dua pemuda yang tidak berguna hidupnya. Mereka hanya pengangguran yang tidak memiliki skill apa-apa. Kicuk hanya jualan bensin di SPBU depan rumahnya. Kondi adalah tukang gali kubur. Makanya mereka berdua adalah orang yang paling cepat mendengar informasi tentang apa yang baru di desa ini. Terlalu sering nongkrong di depan rumah. Maka juga terlalu sering mendengar ibu-ibu gosip di gerobak sayur Cak Gito. Pasalnya menjadi sebuah kultur baru di desa ini. Bahwa satu gerobak sayur harus membawa satu gosip setiap harinya.  Pun kabar pecel mbok stefia buka lagi. mereka mendengarnya terlebih dahulu. Mereka pasti mengunjungi terlebih dahulu.

Suatu siang mereka berdua penasaran dengan pecel pincuk itu. Mereka berdua berangkat berboncengan. Lalu datang memesan dua  nasi pecel pincuk. Ternyata rasanya sama saja kayak dulu. Tetap lezat. Ditambah lagi melihat mbak Miranda yang cantik sedang mengiris-iris kacang panjang. Kicuk melongo saja bisanya. Lalu Kicuk berbisik kepada Kondi

“Mbak ini yang namanya mirasantika?”

“Miranda, Cuk.

“ Aku merasa kayaknya ada yang beda ini”

“Apa?”

“Aku harus dapet nomer Whatsappnya?”

“Loh jangan goda-goda katanya dia itu aktivis tolak patriarki. Nanti kamu dituduh melcehkan loh”

“apa itu tolak patriarki? Tau darimana kamu?

“dari tadi aku baca tulisaan ditembok itu gatau artinya, yo tak browsing. Ini lihat” Kondi menyodorkan telepon genggam evercrossnya.

“Di hadapan cinta dan birahi semua wanita sama”

“tapi kau tidak takut? Biasanya feminis itu pemarah dan sensian.”

“semua wanita juga pemarah dan sensian. Ibarat singa kalau belum jinak mana bisa diajak sirkus.”

“Tapi dia S2. Sarjananya 2 rangkep. Lagipula mana mau mbak-mbak feminis itu bisa mencintaimu. Apalagi otakmu isinya mesum terus.”

“sudahlah lelaki itu pandai memanfaatkan celah. Jangankan sarjana. Sarwendah aja pasti bisa takluk denganku. Aku punya ajian-ajian banyak”

“Siapa sarwendah?”

“Istrinya ruben Onsu kan.”

Mereka membayar lalu beranjak dari tempat itu. Ketika Kondi sudah siap jalan dan memanasi sepeda motornya. Terlihat Kicuk sedang bincang-bincang dengan mbak Miranda. Lalu dia menuju  Kondi dengan gembira dan senyum-senyum. Dia memeluk Kondi dengan erat. Terlihat dari sepion, kicuk senyum-senyum. Kondi yang penasaran bertanya.

                “Ada apa,


Cuk?”

                “Aku sudah dapat Nomernya. Gak lama pasti aku akan kencan dengannya, Kon”

                “Ha Sumpah?” kondi yang kaget menabrakkan sepedanya ke gabah yang ditumpuk di pinggir jalan.

***

 

                Malam itu cukup dingin. Hujan rintik-rintik turun dengan perlahan. Warung Pecel Pincuk terlihat sangat ramai. Semua orang berteduh dan kelaparan di sana. Kicuk menyelinap di antara orang-orang itu. Dia mendekati etalase lauk pauk pecel. Terlihat setumpuk kecambah, kembang turi,  kacang panjang dan sebaskom bumbu pecel di sebelah lembaran daun pembungkus sebagai pincuknya. Kicuk yang memandangi lauk untuk memilih sebagai lauknya kaet. Dia melihat sebuah gundukan yang bukan lagi gundukan kembang turi. Ternyata kemben mbak Miranda melorot sedikit. Kicuk tetap diam pura-pura tidak tahu.

Tak lama warung kian sepi. Sudah tidak ada orang lagi. Mbak Miranda memanggil kicuk untuk ke dapur. Dia minta tolong untuk memasang gas. Karena takut meledak. Kicuk berpikir, apakah jika lelaki yang memasang gas tidak bisa meledak. Namun yang muncul dipikiran itu lansgung tertindih dengan pikiran mesum kicuk. Dia berfantasi seperti di video-video syur yang biasanya dia tonton. Dia berfantasi melakukan hubungan intim di dapur. Itu saja yang ada di pikirannya. Tak berpikir panjang Kicuk langsung membantu memasang gas. Tak lama lampu di desa ini padam.

“Mbak, mati lampu mbak?” kicuk berpura-pura dan mencari celah bagaimana kondisi ini bisa dimanfaatkan.

“Iya mas. Tenang aku di belakangmu”

“Loh mbak apa ini kok kenyal-kenyal” tangan kicuk meraba-raba.

“itu kacang panjang yang sudah direbus kayaknya mas.”

“ah sial!” Gerutu kicuk.

“Mbak ini apa kok kayak geli-geli. Seperti rambut. Ada basah-basahnya”

“Oh kayaknya kecamba yang sudah ada bumbu kacangnya mas”

“Ah sia dua kali!”

“Mas aku nemu panjang licin ada dalam bungkusan ya ini”

“wah  coba pegang mbak. Siapa tau enak.”

“ wah iya mas, ini enak.  Ini lilinnya mas. Bentar tak nyalakan dulu”

“ah sial tiga kali.”

“wah sudah lumayan terang mas.”

                Malam semakin larut, hujan semakin deras.  Mereka masih berada di warung mengobrol ngalor ngidul. Kicuk sudah menyusun strategi. Pokok malam ini harus bercinta dengan mbak Miranda. Tak lama mbak Miranda ingin ke dalam sebentar mencari senter. Tak kehabisan akal. Kicuk menginjak kain jarik mbak Miranda. Kain jariknya terlepas. Akhirnya yang ditunggu-tunggu kicuk berhasil. Namun, ternyata di dalam kain jarik masih ada legging trio macan.

“mas kicukk ke sinii!! Tolong akuu.” Mbak Miranda berteriak

“iya mbak?” kicuk langsung lari sambil membawa lilinnya sambil berdoa semoga ada celah lagi.

“ tolong aku, aku kesepian aku takut. Sampeyan tidur sini saja.” Kata mbak mira ketika kicuk sudah sampai di depan kamarnya. Mbak mira terlihat sudah telentang.

“oh baik mbak. Nanti disini kita mengaduk bumbu pecel ya mbak.” Kicuk senyum mesum

“ Gampang mas. Ayo cepat.” Mbak Miranda mulai menanggalkan pakaiannya

 

****

“ Kon, aku lelaki pertama yang bisa meniduri aktivis feminis”

“ha beneran?”

“iya, ternyata  dia selalu minta diatas.”

“atas apa?”

“atas nama cinta katanya. Kita bisa melakukan berkali kali. Jika didasari suka sama suka. Kan bukan pemerkosaan toh ya”

“loh apakah kamu sudah tau?”

“apa, Kon?”

“ Dia itu agamanya beda sama kamu”

“Ah sial lagi! dosa pasti aku ini ketika bercinta dengan lintas agama”

“Biasanya dimana-mana ngencuk ya dosa. Tapi kalau ngencuk dengan pedagang pecel pincuk gatau hukumnya aku cuk”

“Kon.. Kon.. Kon… Tolol kau.”

 

 

 

 

 

 

 

 

1 komentar:

  1. Mantab bang, kasih penjelasan lagi yang pakek bhs jawa soalnya gak semua yg tahu artinya, semisal "ngencuk" itu apa? Wkwk

    BalasHapus