“Kuliah
bukan hanya di kelas saja”
Kalimat taek itu akan terdengar
pada yang baru menjadi maba. Ketika harum-harumnya mahasiswa semester satu yang
membayangkan kuliah hanya seperti di ftv yang ketabrak langsung jatuh cinta.
Mereka yang masih berpikir kuliah akan se-meringis mbak-mbak dan mas-mas yang
di banner promosi kampusnya. Mereka yang masih kuliah membawa binder penuh, bulpen
lengkap dan laptop masih sehat tidak buat ngepes
atau mbokep.
Kalimat
itu menyusup di kening-kening mereka. Menjadi sebuah paradigma bahwa ternyata
ada tempat alternatif yang digunakan untuk berkuliah selain ruang kelas.
Dogma-dogma itu dibawa oleh mbak-mbak mas-mas yang gemar ada di depan panggung.
Memegang mic dan berseragam yang seragam. Mereka adalah para organisantoris.
Mereka mengajak para muda-mudi kampus tersebut untuk masuk pada organisasinya.
Menjadi budak-budak program kerja, menjadi alat nama baik organisasi.
Sadar
atau tidak, mereka adalah orang yang kalah terhadap dogma kating-katingnya.
Mereka yang terjerumus lembah organisasi yang gelap penuh dengan bau-bau
busuknya. Mereka yang ternyata punya sebuah visi, misal cari pacar anak
organisasi yang bisa dipamiti untuk rapat. Cari eksistensi politis yang
memperbaiki karir politiknya di kampus. Atau mereka yang sudah terlalu biasa
sejak PAUD sudah ikut osis. Mereka kadang menggunakan kalimat yang cukup taek
juga “ nek kadung nyemplung, mesisan renang.” Artinya kalau sudah masuk ya gak enak
kalo tidak serius.
Ada yang beralasan masuk organisasi
biar banyak teman. He tolong tanpa organisasi pun kalau gemar berkawan ya
berkawan saja, asu. kalau memang gak bisa adaptasi ya tidak usah ikut-ikut
organisasi. Padahal organisasi tidak menjamin kamu banyak teman. Justru yang
terjadi semakin banyak musuh. Ada yang dari dalam ada yang disleding oleh organisasi lawannnya.
Ada yang beralasan ingin menambah
wawasan. Ini alasan paling guoblok. Menambah wawasan yo tinggal google saja.
Tenang. Tidak usah capek-capek rapat-rapat haha. Simple su urip ini. Wawasan apa yang ingin didapatkan dalam
organisasi. Wawasan kebangsaan? Dadio ponakane brimob. Wawasan manajemen konflik? Belajar soko
wiranto!
Alasan paling
mujarab adalah ingin mengembangkan diri. Mengembangkan diri tidak usah ikut
organisasi. Nyemil baking soda. Adus lengo gas saja! Kembali lagi jika orangnya
males malesan ikut organisasi Cuma ikut-ikutan atau orang jawa bilang “lala
undi” mau organisasimu sehebat apapun yo tidak akan ada dampaknya. Disuruh
rapat tidak datang alasannya berbagai macam. Disuruh pembagian sisa hasil usaha
datang paling depan.
Sekarang ikut organisasi misal
himaprodi toh pada nantinya akan jadi tukang gawe event saja. Padahal dari
namanya himpunan mahasiswa program studi. Ya sebenarnya tujuannya ya pokok
menghimpun dan meneng-menengan kaya
koruptor di Indonesia. Ikut badan eksekutif mahasiswa dari nama sajsa kita
harus tau bahwa tujuannya ya mengeksekusi. lapangan ya buat event-event saja.
Ikut dewan perwakilan mahasiswa ya jadinya tukang sidang. Ikut lembaga pers ya
cuma jadi tukang kritik tak solutif kayak fadli zon. Buat apa juga?
Semua bergantung pada individu masing-masing saja. Saya rasa
mereka yang tidak masuk organisasi apa-apa adalah mereka yang benar-benar
merdeka di kampus. Mereka yang masih berkawan dengan segala orang lintas organisasi , tetap ngopi bareng, mabuk
bareng. Mereka yang juga tidak peduli-peduli banget di kampus. Tidak mikir
program kerja. Mereka terbebas dari dogma kating-katingya. Mereka yang bebas
dari standar bahwa organisasi adalah tempat berproses. Mereka berproses di alam
semesta.
Pada akhirnya kalimat taek “bahwa
kuliah tidak harus dalam kelas”. Memang benar. Kuliah tidak dalam kelas bahkan
yo tidak kuliah. Sibuk ngajukan proposal. Kuliah di organisasi itu sah-sah
saja. Asal dengan niatan yang jelas gitulo.. Ikut bem diniatkan ingin jadi
presma. Ikut organisasi biar punya tempat tidur yaitu sekertariat. Kalau ga
punya ya sudah tidak usah ikut.
Gak ada yang salah dari organisasi,
asal niatnya genah. Tidak ikut-ikutan
dan memiliki orientasi yang asik dan jelas. Jangan pakai alasan yang ga
jelas. Yang terpenting jangan fanatik
dan goblok. Jika dikritik baper.
Ada pernyataan kawan saya yang asik :
“jika masuk organisasi harus menyesal, jika menyesal
pilihannya keluar atau dibenahi. ”
Selamat merdeka untuk yang tidak ikut, selamat kerja rodi,
tanam paksa bagi yang ikut. Jangan lupa pakai masker biar busuk kita tidak
tercium. Sekarang program kerjamu terserang corona.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar