Jumat, 08 Februari 2019

Salah Diksi: Nduk



 Nduk
Untuk anda tak bervokal i.

Mataku sempat kehilangan  tempat berlabuh.
Lalu matamu adalah dermaga untuk sekoci-sekoci yang tersesat itu.
Yang telah lama bergelayutan dalam mantera lautan.
Mencari petunjuk dewi kemaritiman.

Pada pipimu yang menggemaskan itu
Tiba-tiba memerah saat mataku mulai berlabuh pada matamu.
Fatamorgana pun terjadi.
Yang kering terlihat berair.
Dan yang pernah ada terlihat hilang begitu saja.

Alismu  yang tipis adalah awan tadah bias mentari saat tenggelam.
Dan malam muncul ketika rembulan di bola matamu menari
dan mengajak mataku berpelukan.

Pada bulu matamu yang lentik,
Ada rapunzel yang mencuci rambutnya  dari atas istana.
Dan ada aku yang bergelayut mesra.
Dan ketika bulu matamu jatuh.
Aku penyebabnya.
Aku yang jatuh pula.

Dan pada bibirmu lekas terlukis warna merah ditengah dan merah muda sekelilingnya.
Bak perbedaan permukaan air laut ketika pasang mulai terpasang.
Degradasi gincumu adalah tempatku bersemayam.

Dan tanya klisemu pun muncul.
"Bagus merah muda atau merah saja"
"Tidak ada warna seindah warnamu" jawabku
"Hentikan, aku bicara gincu!"
"Ya sudah bagaimana kalau merah maroon saja"
" itu kan bukan pilihan" kau pun bingung
"Ya,itu aku"



                                                                                                                Malang, 3 Januari 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar