Nduk
Untuk anda tak bervokal i.
Mataku sempat kehilangan tempat berlabuh.
Lalu matamu adalah dermaga untuk sekoci-sekoci
yang tersesat itu.
Yang telah lama bergelayutan dalam mantera
lautan.
Mencari petunjuk dewi kemaritiman.
Pada pipimu yang menggemaskan itu
Tiba-tiba memerah saat mataku mulai berlabuh
pada matamu.
Fatamorgana pun terjadi.
Yang kering terlihat berair.
Dan yang pernah ada terlihat hilang begitu saja.
Alismu yang tipis adalah awan tadah bias
mentari saat tenggelam.
Dan malam muncul ketika rembulan di bola matamu
menari
dan mengajak mataku berpelukan.
Pada bulu matamu yang lentik,
Ada rapunzel yang mencuci rambutnya dari
atas istana.
Dan ada aku yang bergelayut mesra.
Dan ketika bulu matamu jatuh.
Aku penyebabnya.
Aku yang jatuh pula.
Dan pada bibirmu lekas terlukis warna merah
ditengah dan merah muda sekelilingnya.
Bak perbedaan permukaan air laut ketika pasang
mulai terpasang.
Degradasi gincumu adalah tempatku bersemayam.
Dan tanya klisemu pun muncul.
"Bagus merah muda atau merah saja"
"Tidak ada warna seindah warnamu"
jawabku
"Hentikan, aku bicara gincu!"
"Ya sudah bagaimana kalau merah maroon
saja"
" itu kan bukan pilihan" kau pun
bingung
"Ya,itu aku"
Malang, 3 Januari 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar