Pengantar
Senja kala itu.
Di atas jerami aku duduk bersamamu.
Tertawa lepas bersama bunga padi yang mulai tumbuh.
Berpayung cakrawala,berkawan belalang sembah.
kau membaratkan aku.
dan aku mentimurimu.
sehingga kita penah bertukar keringat melalui punggung.
tersalurkan sudah aromamu.
namun tidak dengan rasaku.
ketika purnama tiba.
sajakku selalu sama.
mengingatmu dalam tragedi yang sama.
setiap goresan ini adalah setetes rasa.
iya,rasa rindu.
rindu seorang gembala terhadap cendekia.
rindu penghuni jerami terhadap pemilik gedung putih.
rindu pengepul jeruji terhadap anak pembuat besi.
pantaskah aku begini?
bagaimana mimpi indahkah hari ini?
Wuih asli sedaap
BalasHapus