“Cuk, pecelnya buka Cuk!” Begitulah teriak Kondi kepada Kicuk
pagi ini. Kicuk yang masih bersarung sedang menyemprot Burung kenari di depan
rumahnya. Dia masih belum jangkep nyawanya. Sementara Kondi datang melempar
sepedanya di dekat SPBU mini depan rumah kicuk. Kondi masuk rumah kicuk yang tak ada pagarnya.
Dia duduk di amben depan rumahnya. Kondi
siap bercerita tentang kabar baik tentang pecel yang baru buka setelah lama
tidak buka. Kicuk tetap fokus menyemprot burungnya. Kondi memasukkan kakinya di tengah-tengah kaki
kicuk yang sedang jongkok. Lalu ditendangnya ke atas. Tepat presisi menyentuh
burung kicuk. Akhirnya burung kicuk yang jinak itu terbang ke pundak kicuk . Memang
burung kicuk yang merah ini terkenal
burung yang jinak, jadi sering di lepas dari sangkarnya.
“Loh Cuk, kapan kamu sampai?”
“loh Cuk, Aku Kondi. Kamu yang
Kicuk”
“Oh Sori, Brader. Tak pikir Cukimin
keponakanku “ sambil mengucek matanya.
“Pecel pincuk sudah buka cuk, pecel
Mbok Stevia bukak lagi!”
“Loh kan mbok stevia sudah mati. Siapa
yang dagang? Mbok Stevia hidup lagi? apa pre-order dari akhirat?”
“ Gak lah Cuk. Mana ada seperti
itu. Mbok ya jangan Guyon pagi pagi gini. Sekarang bukak lagi yang buka
anaknya. Mbak Miranda.”
“Mirasantika!! Teet”
“Mbak Miranda ini cantik, Bahenol,
jariknya sering kesingkap, kembennya sering melorot. Mbaknya S2 dan Janda”
“toge gak?
“iya ada tauge. Masak pecel ga
dikasih kecambah”
***
Pecel Mbok Stefia sangat melegenda
di daerah sini. Pecel itu sudah ada semenjak 33 tahun yang lalu. Warung pecel
ini warisan dari ibu Mbok Stefia. Sebenarnya warung ini bernama Pecel
Pincuk Stefia. Memang orang tuanya sudah
memikirkan bahwa akan mewariskan warung pecel ini kepada anaknya. Kata orang
terdahulu, Awalnya warung pecel ini hanya gerobakan. Lalu saat Mbok Stefia
sudah besar dan ingin melanjutkan bisnis. Dia membuat warung di depan rumahnya.
Warung ini terkenal enak banyak penggemarnya. Katanya bumbu pecelnya legit dan
sangat nagihi. Namun dipuncak karir
perpecelan, Mbok stefia diambil oleh Tuhan. Mungkin disuruh untuk buka cabang
di akhirat.
Tepat 2 bulan yang lalu. Mbok Stefia
meninggal. Dia mati karena diabetes. Banyak yang tak mengira bahwa pedagang
pecel matinya kena diabetes. Padahal bisa tiap hari makan sayur. Namun kenyataannya
hal ini terjadi karena dia sering makan es campur di warung depan rumahnya. Banyak
yang menduga bahwa Mbok stefia mati karena diguna-guna oleh pedagang es campur
itu yang kalah laris. Padahal yang mebuat laris adalah rasanya yang legendaris.
Juga banyak sopir-sopir truk yang mampir ke warung itu. Sehingga menjadi
pelangan. Karena sejalur dengan proyek galian pasir yang sudah ditutup tahun
lalu. Pun Mbok Stefia selalu berjualan dengan memakai kemben dengan kain jarik sebagai bawahannya. Karena ini
adalah ciri khas warisan dari dulu. Juga ciri khas pellet penarik sopir-sopir
yang lelah hanya melihat gundukan pasir. Sesekali melihat gundukan lainnya. Misal
gundukan kembang turi lengkap peyeknya.
Sudah 2 bulan pecel itu tutup. Sekarang
buka lagi. Anak dari Mbok Stefia namanya mbak Miranda mewariskan usaha ibunya. Dia
adalah lulusan dari S2 ilmu hukum yang sangat cantik, terkena efek kehidupan
kota. Cantiknya bukan lagi gadis desa. Mbak Miranda kabarnya dari dulu terkenal
dengan aktivis feminis. Sekarang dia adalah janda. Kabarnya lagi, suaminya
diceraikan karena merasa tidak satu visi lagi. sudah 3 bulan dia janda. Dia pun masih
belum memiliki anak. Sekarang warungnya di desain lebih modern dan cozy. Ada spot foto di warung itu. Tak lupa
ada mural-mural di dinding yang berisi tulisan-tulisan tolak patriarki.
Kicuk dan Kondi adalah dua pemuda
yang tidak berguna hidupnya. Mereka hanya pengangguran yang tidak memiliki
skill apa-apa. Kicuk hanya jualan bensin di SPBU depan rumahnya. Kondi adalah
tukang gali kubur. Makanya mereka berdua adalah orang yang paling cepat
mendengar informasi tentang apa yang baru di desa ini. Terlalu sering nongkrong
di depan rumah. Maka juga terlalu sering mendengar ibu-ibu gosip di gerobak
sayur Cak Gito. Pasalnya menjadi sebuah kultur baru di desa ini. Bahwa satu
gerobak sayur harus membawa satu gosip setiap harinya. Pun kabar pecel mbok stefia buka lagi. mereka
mendengarnya terlebih dahulu. Mereka pasti mengunjungi terlebih dahulu.
Suatu siang mereka berdua penasaran
dengan pecel pincuk itu. Mereka berdua berangkat berboncengan. Lalu datang
memesan dua nasi pecel pincuk. Ternyata rasanya
sama saja kayak dulu. Tetap lezat. Ditambah lagi melihat mbak Miranda yang
cantik sedang mengiris-iris kacang panjang. Kicuk melongo saja bisanya. Lalu Kicuk
berbisik kepada Kondi
“Mbak ini yang namanya mirasantika?”
“Miranda, Cuk.
“ Aku merasa kayaknya ada yang beda
ini”
“Apa?”
“Aku harus dapet nomer Whatsappnya?”
“Loh jangan goda-goda katanya dia
itu aktivis tolak patriarki. Nanti kamu dituduh melcehkan loh”
“apa itu tolak patriarki? Tau darimana
kamu?
“dari tadi aku baca tulisaan
ditembok itu gatau artinya, yo tak browsing. Ini lihat” Kondi menyodorkan
telepon genggam evercrossnya.
“Di hadapan cinta dan birahi semua
wanita sama”
“tapi kau tidak takut? Biasanya feminis
itu pemarah dan sensian.”
“semua wanita juga pemarah dan
sensian. Ibarat singa kalau belum jinak mana bisa diajak sirkus.”
“Tapi dia S2. Sarjananya 2 rangkep.
Lagipula mana mau mbak-mbak feminis itu bisa mencintaimu. Apalagi otakmu isinya
mesum terus.”
“sudahlah lelaki itu pandai
memanfaatkan celah. Jangankan sarjana. Sarwendah aja pasti bisa takluk
denganku. Aku punya ajian-ajian banyak”
“Siapa sarwendah?”
“Istrinya ruben Onsu kan.”
Mereka membayar lalu beranjak dari
tempat itu. Ketika Kondi sudah siap jalan dan memanasi sepeda motornya. Terlihat
Kicuk sedang bincang-bincang dengan mbak Miranda. Lalu dia menuju Kondi dengan gembira dan senyum-senyum. Dia memeluk
Kondi dengan erat. Terlihat dari sepion, kicuk senyum-senyum. Kondi yang
penasaran bertanya.
“Ada apa,
“Aku
sudah dapat Nomernya. Gak lama pasti aku akan kencan dengannya, Kon”
“Ha
Sumpah?” kondi yang kaget menabrakkan sepedanya ke gabah yang ditumpuk di
pinggir jalan.
***
Malam itu
cukup dingin. Hujan rintik-rintik turun dengan perlahan. Warung Pecel Pincuk
terlihat sangat ramai. Semua orang berteduh dan kelaparan di sana. Kicuk
menyelinap di antara orang-orang itu. Dia mendekati etalase lauk pauk pecel. Terlihat
setumpuk kecambah, kembang turi, kacang
panjang dan sebaskom bumbu pecel di sebelah lembaran daun pembungkus sebagai
pincuknya. Kicuk yang memandangi lauk untuk memilih sebagai lauknya kaet. Dia melihat
sebuah gundukan yang bukan lagi gundukan kembang turi. Ternyata kemben mbak Miranda
melorot sedikit. Kicuk tetap diam pura-pura tidak tahu.
Tak lama warung kian sepi. Sudah tidak
ada orang lagi. Mbak Miranda memanggil kicuk untuk ke dapur. Dia minta tolong
untuk memasang gas. Karena takut meledak. Kicuk berpikir, apakah jika lelaki yang
memasang gas tidak bisa meledak. Namun yang muncul dipikiran itu lansgung
tertindih dengan pikiran mesum kicuk. Dia berfantasi seperti di video-video
syur yang biasanya dia tonton. Dia berfantasi melakukan hubungan intim di dapur.
Itu saja yang ada di pikirannya. Tak berpikir panjang Kicuk langsung membantu
memasang gas. Tak lama lampu di desa ini padam.
“Mbak, mati lampu mbak?” kicuk
berpura-pura dan mencari celah bagaimana kondisi ini bisa dimanfaatkan.
“Iya mas. Tenang aku di belakangmu”
“Loh mbak apa ini kok kenyal-kenyal”
tangan kicuk meraba-raba.
“itu kacang panjang yang sudah
direbus kayaknya mas.”
“ah sial!” Gerutu kicuk.
“Mbak ini apa kok kayak geli-geli. Seperti
rambut. Ada basah-basahnya”
“Oh kayaknya kecamba yang sudah ada
bumbu kacangnya mas”
“Ah sia dua kali!”
“Mas aku nemu panjang licin ada
dalam bungkusan ya ini”
“wah coba pegang mbak. Siapa tau enak.”
“ wah iya mas, ini enak. Ini lilinnya mas. Bentar tak nyalakan dulu”
“ah sial tiga kali.”
“wah sudah lumayan terang mas.”
Malam semakin
larut, hujan semakin deras. Mereka masih
berada di warung mengobrol ngalor ngidul. Kicuk sudah menyusun strategi. Pokok malam
ini harus bercinta dengan mbak Miranda. Tak lama mbak Miranda ingin ke dalam
sebentar mencari senter. Tak kehabisan akal. Kicuk menginjak kain jarik mbak Miranda.
Kain jariknya terlepas. Akhirnya yang ditunggu-tunggu kicuk berhasil. Namun,
ternyata di dalam kain jarik masih ada legging trio macan.
“mas kicukk ke sinii!! Tolong akuu.” Mbak Miranda berteriak
“iya mbak?” kicuk langsung lari sambil membawa lilinnya sambil
berdoa semoga ada celah lagi.
“ tolong aku, aku kesepian aku takut. Sampeyan tidur sini saja.” Kata mbak mira ketika kicuk sudah sampai
di depan kamarnya. Mbak mira terlihat sudah telentang.
“oh baik mbak. Nanti disini kita mengaduk bumbu pecel ya
mbak.” Kicuk senyum mesum
“ Gampang mas. Ayo cepat.” Mbak Miranda mulai menanggalkan
pakaiannya
****
“ Kon, aku lelaki pertama yang bisa meniduri aktivis feminis”
“ha beneran?”
“iya, ternyata dia
selalu minta diatas.”
“atas apa?”
“atas nama cinta katanya. Kita bisa melakukan berkali kali. Jika
didasari suka sama suka. Kan bukan pemerkosaan toh ya”
“loh apakah kamu sudah tau?”
“apa, Kon?”
“ Dia itu agamanya beda sama kamu”
“Ah sial lagi! dosa pasti aku ini ketika bercinta dengan
lintas agama”
“Biasanya dimana-mana ngencuk
ya dosa. Tapi kalau ngencuk dengan pedagang pecel pincuk gatau hukumnya aku cuk”
“Kon.. Kon.. Kon… Tolol kau.”

Mantab bang, kasih penjelasan lagi yang pakek bhs jawa soalnya gak semua yg tahu artinya, semisal "ngencuk" itu apa? Wkwk
BalasHapus